Pagi yang memnurutku sangat membosankan, bahkan aku pun
merasa malas mengikuti pelajaran yang mungkin akan memeras otakku nanti.
semalaman aku tak bisa tertidur, karena entahlah, mataku tak bisa terpejam dan selalu terjaga.
semalaman aku tak bisa tertidur, karena entahlah, mataku tak bisa terpejam dan selalu terjaga.
Aku berangkat untuk mencari bekal cita-citaku dengan rasa
tidak bersemangat. Dan hingga saat ini saat matahari sudah mencapai puncak
teratas dan segaris lurus dengan kepala manusia, tidak ada perubahan sikap
dariku. Dengan fikiran yang melayang jauh, aku tidak bisa terfokus dengan semua
celotehan guru yang menerangkan rumus arus bolak balik yang menurutku sangat
menjemukan. Bahkan tak sedikit yang sibuk dengan pembicaraan masing masing atau
terbuai dalam mimpi.
“aku duluan yaa..” salah satu temanku berpamitan
Hanya ku jawab dengan anggukan kecil dan senyuman.
Yaa, teman-temanku bahkan heran sekali, mengapa akhir akhir
ini aku menjadi mendadak mengunci mulutku untuk sekedar mengucapkan kata-kata.
“fara itu kenapa sih ? kok mendadak alim gitu ?”
“gak tau tuh mungkin lagi ada masalah kali.” Jawabnya
“gak tau tuh mungkin lagi ada masalah kali.” Jawabnya
Kudengar percakapan kedua temanku saat aku sedang menuruni
tangga bergegas untuk pulang.
membuatku teringat saat temanku menanyakan sesuatu kepadaku saat istirahat tadi.
membuatku teringat saat temanku menanyakan sesuatu kepadaku saat istirahat tadi.
“kamu kenapa sih fa ? sakit yaa?” tanya nisa
“gak kok.” Jawabku singkat
“fa, kalau kamu ada masalah, cerita aja sama kita, toh kita
kan teman kamu, mungkin aja kita bisa bantu.” Ucapnya yang dibarengi oleh
temanku yang lain
“engga kok, aku gak papa.” Jawabku singkat
Aku berfikir, apakah memang benar mereka peduli dengan
keadaanku. Apakah mereka sadar dengan perubahan sikapku yang menjadi lebih
murung dan pendiam ini ?
**********
aku termenung ditempat dimana menjadi tempat pribadiku dan menghabiskan banyak waktuku di tempat yang bernama kamar itu.
aku merebahkan tubuh lelahku yang tenaganya terkuras habis dengan pikiran-pikiran yang selalu menggangguku.
aku mengambil barang yang mungkin sudah menjadi hidup dan matiku, yang bisa membuatku berkomunikasi dengan siapa pun tanpa mengenal jarak.
benda mungil yang kini sudah ada digenggamanku kini telah membuka sebuah pesan.
from : via_gembul
aku termenung ditempat dimana menjadi tempat pribadiku dan menghabiskan banyak waktuku di tempat yang bernama kamar itu.
aku merebahkan tubuh lelahku yang tenaganya terkuras habis dengan pikiran-pikiran yang selalu menggangguku.
aku mengambil barang yang mungkin sudah menjadi hidup dan matiku, yang bisa membuatku berkomunikasi dengan siapa pun tanpa mengenal jarak.
benda mungil yang kini sudah ada digenggamanku kini telah membuka sebuah pesan.
from : via_gembul
Faaaa, ka tika :”(
--------------------------------
Dengan cepat jariku sudah menari-nari diatas keypad
menuliskan sebuah balasan.
To : via_gembul
Ka tika knp ? knp sma ka tika !!!! :”(
--------------------------------
Perasaanku sudah tidak enak setelah melihat balasan dari
sahabat dekatku via. Aku tak tahu harus mengatakan apa saat ini. Aku merasa terlalu
buruk mendengar kabar yang memang dari sejak dulu aku tak mau mendengarnya.
From : via_gembul
Ka tika koma :’( :’(
-------------------------------
Kecewa.
yaa sangat kecewa dengan orang yang telah membuat kak tika menjadi begini. Kupikir orang itu terlalu egois dalam memaksakan kehendaknya tanpa mengerti bagaimana keadaan kak tika selama ini. Dia hanya mementingkan keinginannya yang semata-mata dia merasa dia lah yang tersakiti, padahal dari sudut manapun jelas sekali dia salah !
kak tika, sahabat dunia maya ku yang sudah kuanggap menjadi kakak perempuan yang baik dan lembut. Dia mengidap penyakit “sirosis”. Mungkin menurut kalian sangat asing sekali kata itu. Sirosis adalah penyakit semacam pengerasan hati. Miris sekali ketika kudengar berita itu.
yaa sangat kecewa dengan orang yang telah membuat kak tika menjadi begini. Kupikir orang itu terlalu egois dalam memaksakan kehendaknya tanpa mengerti bagaimana keadaan kak tika selama ini. Dia hanya mementingkan keinginannya yang semata-mata dia merasa dia lah yang tersakiti, padahal dari sudut manapun jelas sekali dia salah !
kak tika, sahabat dunia maya ku yang sudah kuanggap menjadi kakak perempuan yang baik dan lembut. Dia mengidap penyakit “sirosis”. Mungkin menurut kalian sangat asing sekali kata itu. Sirosis adalah penyakit semacam pengerasan hati. Miris sekali ketika kudengar berita itu.
Mungkin kalian bingung, mengapa kejadian cerita tentang kak
tika. Akan ku jelaskan.
Aku mempunyai banyak sekali sahabat yang terjalin dari dunia
maya. Yaa, via, kak tika, kak fifi, dan aya, adalah sahabat terdekatku dalam
dunia maya. Dan terbantu dengan adanya jejaring sosial yang sudah digilai para
remaja saat ini. Mungkin bukan hanya remaja saja, karena orang tuaku pun juga
telah asyik dengan dunia itu.
Flashback
Aku membuka akun facebookku yang memang selalu tak pernah ku
log out. Ku tampilkan beranda dalam facebook dan melihat status-status
terupdate yang telah ditulis temanku.
aku tertegun. Terkejut dengan apa yang telah aya tulis, aku snagt tau dan menganal sekali maksud dan sasaran status aya itu untuk siapa. Siapa lagi jika bukan kak tika. Aku sangat miris membaca status sindiran yang tidak mengaenakan hati itu yang ditujukan untuk kak tika. Padahal perkataan itu bukanlah untukku, tetapi perasaanku malah sangat tidak enak.
aku tertegun. Terkejut dengan apa yang telah aya tulis, aku snagt tau dan menganal sekali maksud dan sasaran status aya itu untuk siapa. Siapa lagi jika bukan kak tika. Aku sangat miris membaca status sindiran yang tidak mengaenakan hati itu yang ditujukan untuk kak tika. Padahal perkataan itu bukanlah untukku, tetapi perasaanku malah sangat tidak enak.
.............................................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar